PEMBUATAN NOWOVEN INSULATOR MEMANFAATKAN BAHAN LIMBAH BULU AYAM DAN KASA POLIPROPILEN

Asril Senoaji Soekoco, Muhammad Ichwan, Agus Hananto, Dody Mustafa

Sari


Pada tahun 2017 konsumsi daging ayam konsumen Indonesia diprediksi mencapai 4,69 kg/kapita sehingga membutuhkan 1,24 juta ton daging ayam, dengan kandungan bulu ayam 5% dari bobot ayam maka dihasilkan sebanyak 62.000 ton/tahun limbah bulu ayam. Saat ini di Indonesia limbah bulu ayam baru dimanfaatkan untuk bahan baku pakan ternak kualitas rendah, sebagai pembersih seperti kemoceng, untuk pengisi bantal dan boneka. Potensi limbah bulu ayam untuk bahan baku tekstil insulator masih belum banyak diteliti. Bulu ayam memiliki sifat ringan, kuat, berpori, dan sedikit hidrofob sehingga sangat potensial digunakan sebagai material insulator tekstil. Pada penelitian ini limbah bulu ayam dipilah dan dibersihkan dengan proses kimia kemudian diproses menjadi kain nowoven bersama jaring polipropilen dengan metode themal bonded. Percobaan dilakukan dengan memvariasikan perbandingan arah orientasi bulu ayam untuk menghasilkan material insulator yang optimal yang ditinjau dari kekuatan tarik dan mulur kain, sifat termal dan area density. Hasil pengujian area density (gramasi) diketahui bahwa gramasi kain nowoven insulator yang berbahan utama limbah bulu ayam memiliki nilai lebih dari 14 kali lipat dari gramasi material insulator komersial. Hasil pengujian uji tarik menunjukan kain nowoven berbahan utama limbah bulu ayam dengan arah orientasi unidirectional memiliki kekuatan tarik 6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kekuatan tarik material insulator komersial.

Kata Kunci


bulu ayam, thermal bonded, nowoven, insulator

Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.53298/texere.v16i2.15

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


e-ISSN2774-1893
p‐ISSN1411-3090
PenerbitPoliteknik STTT Bandung


TEXERE telah terindeks pada:
Google Scholar