PENGARUH POSISI FILAMEN LYCRA PADA PROSES PEMBUATAN BENANG ELASTAN CMSY 10/40 D SEBAGAI USAHA TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN MULUR BENANG DI MESIN RING SPINNING DENGAN ALAT TAMBAHAN V-GROOVE

Dimas Kusumaatmadja, Syarif Iskandar, Nandang Setiawan

Sari


Dalam proses pembuatan benang inti elastan (lycra) khususnya pada mesin ring frame, terdapat perbedaan perlakuan dibandingkan dengan pemintalan jenis lainya. Secara umum terdapat tiga fungsi pada mesin ring frame yaitu; peregangan, pemberi antihan dan penggulungan. Penambahan alat v groove pada mesin ring frame mempunyai fungsi sebagai penghantar filamen, dalam tegangan dan kecepatan tertentu, kepada mulut rol peregang bagian depan. Pada alat tersebut didapat berbagai macam setting posisi untuk menghasilkan benang dengan kualitas tertentu.Filamen lycra dihantarkan terhadap mulut rol peregang bagian depan dimana terjadi peregangan, dan diteruskan ke proses selanjutnya yaitu proses penggintiran antara filamen lycra sebagai benang inti dan roving dengan bahan baku serat kapas sebagai pembungkus luar dari benang tersebut, percobaan terhadap posisi filament, posisi 1 (pinggir), posisi 2 (tengah) dan posisi 3 (diantaranya) yang mempunyai pengaruh pada pembuatan benang elastan terhadap kekuatan dan mulur benang.

Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.53298/texere.v9i1.23

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


e-ISSN2774-1893
p‐ISSN1411-3090
PenerbitPoliteknik STTT Bandung


TEXERE telah terindeks pada:
Google Scholar