Ekstraksi dan Karakterisasi Serat Alam dari Daun Sansevieria Laurenti dan Sansevieria Zeylinic

Ria Wanti, Husni Dzulfikar, Ryan Rudy

Sari


Penelitian ini bertujuan memahami potensi pemanfaatan Sansevieria laurenti & Sansevieria zeylinic sebagai sumber serat selulosa alami untuk aplikasi tekstil. Makalah ini melaporkan proses ekstraksi & karakterisasi properti serat dari daun tumbuhanSansevieria laurenti& Sansevieria zeylinic. Ekstraksi serat menggunakan metode water retting. Karakterisasi properti meliputi pengujian penampang melintang & membujur, kekuatan & mulur, kehalusan, panjang, kadar air, dan friksi. Data yang didapatkan digunakan untuk menganalisis kemampuan serat untuk dipintal. Serat Sansevieria laurenti memiliki penampang melintang berbentuk oval dengan beberapa berbentuk bulat, penampang membujur berbentuk silinder dengan dinding yang tebal, kekuatan 2,45 g/denier, mulur 7,08 %, kehalusan 6,71 tex, panjang serat 32,1 cm, moisture content 10,4%, moisture regain 11,79%, dan koefisien friksi 0,0295 μ.Sementara seratSansevieria zeylinic memiliki penampang melintang berbentuk oval namun sebagian membentuk segitiga dengan sudut yang runcing, penampang membujur berbentuk silinder, kekuatan 2,19 g/denier, mulur 7,96 %, kehalusan 4,54 tex, panjang serat30,6 cm, moisture content serat 10,8%, moisture regain serat 12,37%, dan koefisien friksi 0,0296 μ.Disimpulkan bahwa serat Sansevieria laurenti& Sansevieria zeylinic memiliki potensi untuk dipintal. Serat dari daun tumbuhan Sansevieria laurenti & Sansevieria zeylinic dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku aplikasi tekstil.

Penelitian ini bertujuan memahami potensi pemanfaatan Sansevieria laurenti & Sansevieria zeylinic sebagai sumber serat selulosa alami untuk aplikasi tekstil. Makalah ini melaporkan proses ekstraksi & karakterisasi properti serat dari daun tumbuhanSansevieria laurenti& Sansevieria zeylinic. Ekstraksi serat menggunakan metode water retting. Karakterisasi properti meliputi pengujian penampang melintang & membujur, kekuatan & mulur, kehalusan, panjang, kadar air, dan friksi. Data yang didapatkan digunakan untuk menganalisis kemampuan serat untuk dipintal. Serat Sansevieria laurenti memiliki penampang melintang berbentuk oval dengan beberapa berbentuk bulat, penampang membujur berbentuk silinder dengan dinding yang tebal, kekuatan 2,45 g/denier, mulur 7,08 %, kehalusan 6,71 tex, panjang serat 32,1 cm, moisture content 10,4%, moisture regain 11,79%, dan koefisien friksi 0,0295 μ.Sementara seratSansevieria zeylinic memiliki penampang melintang berbentuk oval namun sebagian membentuk segitiga dengan sudut yang runcing, penampang membujur berbentuk silinder, kekuatan 2,19 g/denier, mulur 7,96 %, kehalusan 4,54 tex, panjang serat30,6 cm, moisture content serat 10,8%, moisture regain serat 12,37%, dan koefisien friksi 0,0296 μ.Disimpulkan bahwa serat Sansevieria laurenti& Sansevieria zeylinic memiliki potensi untuk dipintal. Serat dari daun tumbuhan Sansevieria laurenti & Sansevieria zeylinic dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku aplikasi tekstil.


Kata Kunci


Sansevieria laurenti; Sansevieria zeylinic; serat daun; ekstraksi; karakterisasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Kant, R. (2013). Extraction of Fiber from Sansvieria Trifasciata Plant and its Properties. International Journal of Science and Research (IJSR). www.ijsr.net.

Vinod, A. (2019). Extraction and Characterization of Natural Fiber from Stem of Cardiospermum Halicababum. Journal of Natural Fibers. http://doi.org/10.1080/15440478.2019.1669514.

Manimaran, P. (2018). Synthesis and characterization of cellulosic fiber from red banana peduncle as reinforcement for potential applications. Journal of Natural Fibers. http://doi.org/10.1080/15440478.2018.1434851.

Knimozhi, M. (2011). Investigating the Physical Characteristics of Sansvieria trifasciata Fibre. International Journal of Scientific and Researh Publications, Volume 1, Issue 1. www.ijsrp.org

Kilinc, A.C. (2017). Effect of Extraction Methods on the Properties of Altha Officinalis L. Fibers. http://www.tandfonline.com/action/journalInformation?journalCode=wjnf20.

Reddy, N. (2009). Extraction and Characterization of Natural Cellulose Fibers from Common Milkweed Stems. Wiley Interscience. www.interscience.wiley.com.

Azanaw, A. (2018). Extraction and characterization of fibers from Yucca Elephantine plant. http://doi.org/10.1007/s10570-018-2103-x.

Reddy, K.O. (2014). Extraction and Characterization of Novel Lignocellulosic Fibers from Thespesia Lampas Plant. International Journal of Polymer Anal.Charact, 19:48-61. http://dx.doi.org/10.1080/1023666x.2014-854520.

Deshpande, A.P. (2000). Extraction of Bamboo Fibers and Theirs Use as Reinforcement in Polymer Composites. Journal of Applied Polymer Science, Vol.76, 83-92.

Rao, K.M.M. (2007). Extraction and tensile properties of natural fibers: Vakka, date and bamboo. Composite structures, 77, pp.288-295.

N, Balaji. (2020). Experimental Investigation of Chemical and Tensile Properties of Sansvieria Cylindrica Fiber Composites. doi:10..4028/www.scientific.net/MSF.979.58.

Rwawiire, S. (2015). Morphological, Thermal, and Mechanical Characterization of Sansvieria trifasciata Fibers. Journal of Natural Fibers, 12:201-210. DOI:10.1080/15440478.2014.914006.

Napitupulu, L.O.Br. (2019). Kajian Proses dan Karakterisai Kain Tenun Serat Alamai Tanaman Lidah Mertua (Sansvieria trifasciata P.). Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Vol.7, No.2. http://jrpb.unram.ac.id/.

Widyasanti, A. (2020). Physical and Mechanical Properties of Natural Fiber from Sansvieria trifasciata and Agava Sisalana. Earth and Environmental Science 462 (2020) 012032. doi:10.1088/1755-1315/462/1/012032.

Aisyah, W. (2011). Kajian Morfologi, Anatomi dan Serat Daun Tanaman Sansvieria trifasciata yang Terdapat di Kota Malang. NATURAL B, Vol.1,No.2.

Jose, S. (2016). An Overview and Production, Properties and Value Addition of Pineaplle Leaf Fibers (PALF). Journal of Natural Fibers. http://dx.doi.org110.1080/15440478.2015.1029194.

Kirby, R.H. (1963). Vegetable fibres, botany, cultivation and utilization. Vegetable fibres, botany, cultivation and utilization.

Novarini. (2015). Potensi serat rami (boehmeria nivea s. gaud) sebagai bahan baku industri tekstil & produk tekstil dan tekstil teknik. Balai Besar Tekstil, Bandung.

Sukardan. (2017). Karakterisasi serat dari tumbuhan biduri (calotropis gigantea) dan identifikasi kemungkinan pemanfaatannya sebagai serat tekstil. Jurnal Ilmiah Arena Tekstil.

Sulam, L.A. (2008). Teknik pembuatan benang dan pembuatan kain. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Gupta, B.S. (2008). Friction in textile materials. Elsevier.

Nair, A.U. (2013). Studies on friction in cotton textiles: Part II—A study on the relationship between physical properties and frictional characteristics of chemically treated cotton fabrics.

Gordon, J.C. (1968). Handbook of textile fibers part 1 : Natural fibers. Merrow Publishing Co.Ltd.

Howell. (1959). Friction in textiles.

Sudjana, (2002). Metode statistika. Tarsito, Bandung.

Standar Nasional Indonesia 08-1112-1989, Cara uji kekuatan tarik dan mulur serat batang perbendel.

Standar Nasional Indonesia 08-1111-1989, Cara uji kehalusan serat batang.

Standar Nasional Indonesia 08-1113-1989, Cara uji panjang berkas serat batang.

Standar Nasional Indonesia 8100-2015 Cara uji kadar lembab (moisture content atau moisture regain) untuk tekstil.




DOI: https://doi.org/10.53298/texere.v18i2.59

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


e-ISSN2774-1893
p‐ISSN1411-3090
PenerbitPoliteknik STTT Bandung


TEXERE telah terindeks pada: