PENERAPAN TEKNIK CETAK BIRU CYANOTYPE PADA BUSANA READY TO WEAR

maya komalasari komalasari, zumrotu zakiah zakiah

Sari


Cyanotype, sering disebut sebagai proses cetak Biru, yang merupakan seni percetakan fotografi. Proses ini merupakan proses memanfaatkan sensitivitas terhadap cahaya untuk dapat membuat fotografi gambar atau fotogram di atas kertas atau kain. Cyanotype disebut juga dengan istilah blueprint karena karakteristik hasil cetaknya yang berwarna biru / cyan. Cyanotype masih digunakan dalam ruang lingkup yang kecil dan tidak terlalu berdampak pada dunia fesyen, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan teknik ini kepada ruang lingkup tekstil yang lebih besar dan sesuatu yang lebih lazim diterapkan pada busana fesyen, yaitu dengan menerapkan teknik cetak Cyanotype pada busana ready to wear untuk wanita.

Inspirasi dari perancangan busana ready to wear pada penelitian ini adalah botanica prussian, ilustrasi botanica sebagai sejarah penggunaan proses Cyanotype dan juga pengaruh gaya hippies diterapkan menjadi motif pada proses cetak cyanotype untuk busana ready to wear dan prussian sebagai warna dasar yang dihasilkan dari zat kimia asam kalium ferricyanide pada proses cyanotype. Dengan style atau gaya busana yang digunakan mengacu kepada trend forecasting Indonesia tahun 2019/2020 yaitu Singularity dengan sub tema yang dipilih adalah svarga: Upskill Craft (kriya berkelas) merupakan sebuah peningkatan nilai dari hasil kriya yang dibuat menjadi seni kontemporer. Motif botanika yang dipilih adalah motif dedaunan dan dandelion serta bunga sepatu. Bunga dandelion memiliki arti kehidupan pantang menyerah dan bunga sepatu yang melambangkan kasih sayang, kemurnian, dan kebahagian. Kedua bunga ini mewakili arti dari sub tema svarga sebagai keindahan spritual yang kemudian bentuknya dimodifikasi menjadi bentuk renggaan yaitu memodifikasi bentuk alam menjadi bentuk baru dengan tidak menghilangkan bentuk aslinya.

Berdasarkan percobaan penerapan motif botanica pada rancangan busana ready to wear dilakukan dengan menerapkan teknik cetak biru cyanotype pada media kain mori. Dengan proses pembuatan mulai dari pembuatan desain motif, persiapan emulsi cyanotype, proses sensitizing / pengolesan emulsi pada media kain, pengeringan, proses penyinaran, pembilasan dan pengeringan hasil akhir kain. Pada proses cetak biru cyanotype fiksasi warna dilakukan dengan menggunakan hidrogen peroksida dengan kadar 3 persen. Implementasi gaya hippies pada bentuk motif botanica pada busana ready to wear berupa dedaunan dan dandelion yang dimodifikasi menjadi motif renggaan diterapkan pada desain busana motif bunga sepatu yang dipadukan dengan gambar tape kaset telah diaplikasan pada busana ready to wear.


Kata Kunci


Cyanotype, ready to wear, hippies, seni kontemporer

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Holtaschye, Linda. (2011), Understanding Color an Introduction for Designer (4th ed.) Fourthed. New Jersey: Jhon Wiley & Soms, Inc.

Irwandi. (2018), Reaktualisasi Teknologi Fotografi Abad Ke-19 dan 20 Studi Kasus pada Kelompok Kegiatan Mahasiswa KOPPI ISI Yogyakarta, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta. Vol.14, No.1.

Kobayashi, Shigenobu. (1990). Color Image Scale. Jepang: Kodansha Ltd.

Laury. (1997). Imagery On Fabric: a complete surface design handbook. China: C&T Publishing, Inc..

Steele, Valerie. (2005). Encyclopedia of Clothing and Fashion. Drake Road: Thomson Gale.

Syafi’udin. (2010), CYANOTYPE: Blueprint Fotografi Alternatif. Institut Seni Indonesia. Denpasar.

Tim Penyusun Indonesia Trend Forecasting (ITF). (2019). SINGULARITY. Jakarta: BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif Indonesia)

Wells, K. (2015), 'Cyanotype and Anthotype: Ecopatterning with mineral and natural dyes.' Proceedings: International Textile & Costume Congress. 2015. Between Worlds: Innovation and Design in Textiles and Costume. Marmara University, Istanbull

Welters.L.(2018), Fashion History: A Global View. Bloomsbury Academic.

https://www.beritaunik.net/unik-aneh/cerita-unik-tentang-kaum-hippies- amerika.html, diakses 01-07-2019




DOI: https://doi.org/10.53298/texere.v18i2.66

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


e-ISSN2774-1893
p‐ISSN1411-3090
PenerbitPoliteknik STTT Bandung


TEXERE telah terindeks pada: