CAMPURAN SERAT SABUT KELAPA DAN RAYON VISCOSA SEBAGAI MATERIAL NON-WOVEN UNTUK TEKSTIL AKUSTIK (ACOUSTIC TEXTILE)

Siti Rohmah

Sari


Tekstil akustik merupakan salah satu kelompok tekstil teknik yang kainnya digunakan sebagai peredam suara. Peredam suara adalah suatu bahan dari kain yang dapat mengurangi dan mengendalikan kebisingan. Koefisien absorpsi bunyi dinyatakan dalam bilangan antara 0 sampai 1. Nilai koefisien absorpsi 0 menyatakan tidak ada energi bunyi yang diabsorpsi dan nilai koefisien absorpsi 1 menyatakan absorpsi yang sempurna (Leslie L. Doelle, 1985).

Material yang digunakan pada penelitian ini adalah kain non-woven berbahan dasar serat serabut kelapa dan rayon viskosa dengan variasi berat 40 g, 50 g, dan 60 g yang dibuat di balai besar tekstil menggunakan mesin prototype Hot Press dengan metode Thermal Bonding.

Berdasarkan hasil penelitian koefisien absorpsi bunyi tertinggi pada kain nonwoven dengan variasi berat 60 g yaitu 0,3 ɑs, kain nonwoven dengan variasi berat 50 g yaitu 0,18 ɑs,  dan kain nonwoven dengan variasi berat 40 g adalah 0,15 ɑs. Penambahan berat pada kain non-woven dapat meningkatkan nilai koefisiensi absorpsi.

Kesimpulannya adalah serat serabut kelapa dan rayon viskosa dapat dijadikan bahan kain non-woven untuk tekstil akustik dengan metode pembuatan thermal bonding. Semakin berat gramasi kain semakin tinggi nilai koefisiensi absorpsi.

 



 

 


Kata Kunci


Kata kunci: Sabut kelapa, rayon viscosa, absorpsi suara, thermal bonding

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Albrecht Wilhelm, Hilmar Fuchs and Walter Kittelmann (2003). Nonwoven Fabrics. Wiley-VCH.

Astika, Dwijana, 2016. Karakteristik Serapan Suara Komposit Polyester Berpenguat Serat Tapis Kelapa.

Doelle, L Leslie, 1985. Akustik Lingkungan. Terjemahan Oleh Lea Prasetia:Surabaya: Erlangga

Khuriati A. (2006). Disain Peredam Suara Berbahan Dasar Sabut Kelapa dan Pengukuran Koefisien Penyerapan Bunyinya.

Louise Wintzell, 2013. Acoustic Textiles. The Swedish School of Textile

M Nuruddin, WHS, 2012. Kebisingan dan pencegahanya

Nasri, 1997. Teknik Pengukuran dan Pemantauan Kebisingan di Tempat Kerja

Prabu, 2008. Bunyi dan kebisingan

Rifaida Eriningsih, Mukti Widodo, Rini Marlina, 2014. Pembuatan dan Karakterisasi Peredam Suara Dari Bahan Baku Serat Alam.

Russel, S.J. Handbook of Nonwovens. Woodhead Publishing Limited. Cambridge, England.

Sastrowinoto, 1985. Penanggulangan Dampak Pencemaran Udara dan Bising Dari Sarana Transportasi.

Susilo Indrawati dan Suyatno, 2017. Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa Muda sebagai Alternatif Material Akustik

Vinod V. Kadam and Rajkishore Nayak, 2016. Basics of Acoustic Science

Widyapura, 1993. Masalah Pencemaran Udara di Perkotaan.




DOI: https://doi.org/10.53298/texere.v18i1.67

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


e-ISSN2774-1893
p‐ISSN1411-3090
PenerbitPoliteknik STTT Bandung


TEXERE telah terindeks pada:
Google Scholar