Studi Penyisihan Zat Warna Reaktif Dalam Air Menggunakan Bottom Ash Batu Bara Menggunakan Cara Batch

Budy Handoko

Sari


Sisa pembakaran batu bara dari ketel uap (boiler) yang berupa bottom ash dapat menyebabkan masalah pencemaran lingkungan bila tidak dikelola dengan baik. Berdasarkan karakteristiknya, bottom ash merupakan abu yang berbentuk granula dan memiliki kadar karbon yang tinggi. Maka limbah padat ini memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai adsorben limbah cair dari industri tekstil. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan studi pemanfaatan bottom ash sisa pembakaran batu bara untuk mengolah limbah zat warna reaktif. Pada percobaan pendahuluan dilakukan pengujian penyisihan warna menggunakan bottom ash yang diproses aktivasi secara kimia (menggunakan HCl, NaOH dan H2O2) dan secara fisika (dipanaskan pada suhu 600°C – 900°C), juga penyisihan warna menggunakan bottom ash tanpa aktivasi. Dari hasil pengujian diketahui bahwa bottom ash tanpa aktivasi memberikan hasil yang paling baik dibandingkan dengan bottom ash yang diaktivasi secara kimia atau fisika. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa bottom ash yang tidak diaktivasi memiliki potensi yang baik dalam menyisihkan warna pada larutan zat warna reaktif.

Kata Kunci


Batu bara, bottom ash, pengolahan limbah cair, zat warna reaktif

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


M. Brik, P. Schoeberl, B. Chamam, R. Braun, and W. Fuchs, “Advanced treatment of textile wastewater towards reuse using a membrane bioreactor,” Process Biochem., vol. 41, no. 8, pp. 1751–1757, 2006.

D. A. Yaseen and M. Scholz, Textile dye wastewater characteristics and constituents of synthetic effluents: a critical review, vol. 16, no. 2. Springer Berlin Heidelberg, 2019.

P. S. Kumar and A. Saravanan, “11 - Sustainable wastewater treatments in textile sector,” in Sustainable Fibres and Textiles, S. S. Muthu, Ed. Woodhead Publishing, 2017, pp. 323–346.

R. Gobinath et al., “Treatment of Textile Wastewater by Adsorption Process Combined With Anaerobic Digestion,” Int. J. Appl. Eng. Res., vol. 10, no. 53, pp. 101–106, 2015.

H. Haryadi and M. Suciyanti, “Analisis Perkiraan Kebutuhan Batubara Untuk Industri Domestik Tahun 2020-2035 Dalam Mendukung Kebijakan Domestic Market Obligation Dan Kebijakan Energi Nasional,” J. Teknol. Miner. dan Batubara, vol. 14, no. 1, p. 59, 2018, doi: 10.30556/jtmb.vol14.no1.2018.192.

S. P. R. Wardani, “Pemanfaatan Limbah Batu Bara ( Fly Ash ) Untuk Stabilitas Tanah Maupun Keperluan Teknik Sipil Lainnya Dalam Manggurangi Pencemaran Lingkungan,” 2008.

G. Medina Permatasari, B. Zaman, and S. Sumiyati, “Pengaruh Kecepatan Pengadukan dan Massa Adsorben Terhadap Efektivitas Penurunan Zat Warna dan Logam Berat (Cu & Ni) Limbah Tekstil Dengan Menggunakan Bottom Ash (Abu Endapan),” Universitas Diponegoro, 2012.

D. Ariska, M. Hadiwidodo, and I. W. Wardhana, “Pemanfaatan Residu Bahan Bakar Batu Bara (Bottom Ash) Sebagai Adsorben Zat Warna Reaktif dan Logam Berat (Cu dan Ni) dari Limbah Cair Tekstil dengan Reaktor Sistem Kontinyu (Studi Kasus: Limbah Cair PT. APAC Inti Corpora),” Universitas Dipenogoro, 2012.

J. Pitulima, “Studi Daya Serap Karbon Aktif Batubara terhadap penurunan Kadar Logam Cu dalam Larutan CUSO4,” in Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2018.




DOI: https://doi.org/10.53298/texere.v18i2.71

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


e-ISSN2774-1893
p‐ISSN1411-3090
PenerbitPoliteknik STTT Bandung


TEXERE telah terindeks pada: