PENGGUNAAN TEKNIK KATAZOME DAN PEWARNA KUNYIT PADA INSPIRASI MOTIF REMPAH BUSANA READY TO WEAR

Nindhita Gita Puspita Herdiyani, Zumrotu Zakiyah, Salsabiil Khoirunnisa

Sari


Pembuatan desain motif di atas permukaan kain dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan metode perintangan. Teknik perintang warna yang berkembang di negara Jepang adalah teknik katazome. Katazome adalah teknik pembuatan motif reka latar pada kain menggunakan celup rintang pasta tepung beras. Pembuatan motif dilakukan dengan cara mengoleskan pasta tepung beras di atas cetakan berupa stensil kertas (katagami). Teknik katazome memberikan alternatif bagi pelaku dan pengguna fashion dalam pembuatan desain motif dan produk pakaian jadi. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka dan percobaan dalam pembuatan desain motif dan produk pakaian jadi. Teknik katazome sesuai jika diterapkan untuk membuat produk yang ramah lingkungan dan dekat dengan isu sustainable fashion saat ini. Bahan utama teknik ini terbuat dari bahan yang organik dan tidak banyak menggunakan bahan kimia. Hasil produk dari penelitian ini berupa busana ready to wear yang terinspirasi dari motif rempah. Tema yang diusung yaitu pada Trend Forecasting Singularity 2019/2020 tema Svarga dengan sub tema Upskill Craft. Penerapan teknik katazome pada kain berbahan kapas (strada terracotta) terdiri dari mordanting kain, pembuatan motif pada katagami, pembuatan pasta tepung beras dan pencelupan menggunakan pewarna kunyit. Takaran resep dalam pembuatan larutan zat warna yang berasal dari kunyit, jumlah celupan dan durasi perendaman kain dalam larutan fiksasi tunjung berpengaruh terhadap ketahanan luntur warna kain yang dilakukan penerapan teknik katazome.


Kata Kunci


Tekstil, Sustainable Fashion, Garmen

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Fitrihana, N. 2007. Teknik Eksplorasi Zat Pewarna Alam dari Tanaman di Sekitar Kita Untuk Pencelupan Bahan Tekstil. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Fitriani, H. 2017. Pengolahan Kulit Umbi Singkong (Manihotutilissima) di Kawasan Kampung Adat Cireundu Sebagai Bahan Baku Alternatif Perintang Warna Pada Kain. e-Proceeding of Art & Design : Vol.4, No.3.

Murashima, K. 1994. Katazome - Japanese Paste Resist-Dyeing for Contemporary Use. Seattle: Larks Books.

N.M. Susyami Hitariat, Widayat, dan Totong. 2005. Bahan Ajar Praktek Evaluasi Tekstil III (Evaluasi kain). Bandung: Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Bandung.

Ruwana, L. 2008. Pengaruh Zat Fiksasi Terhadap Ketahanan Luntur Warna Pada Proses Pencelupan Kain Kapas dengan Menggunakan Zat Warna dari Limbah Kayu Jati (Tectona grandis). Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Sa’du, Abdul Aziz. 2010. Buku Panduan Mengenal dan Membuat Batik. Yogyakarta: Penerbit Harmoni.

Sri Inten dan Dr. Fajar Ciptandi S.Ds., M.Ds. 2018. Pengolahan Motif Dengan Inspirasi Teknik Katazome. Bandung: Universitas Telkom.

SNI 0641:2013. Tekstil - Kain tenun - Ukuran blus dewasa

________. 2017. Modul EvaluasiTekstil Bagian Kimia. Bandung: Politeknik STTT Bandung.

________. 2019. “Singularity Impulse Book – 3 – Svarga”, https://www.trendforecasting.id/singularity-section/book-impulse-book-2/svarga-19, diakses pada Januari 2020 pukul 12.05

Dini. 2013. "Salah Kaprah tentang Busana "Ready to Wear"", https://lifestyle.kompas.com/read/2013/01/17/1306548/salah.kaprah.tentang.busana.ready.to.wear, diakses pada Januari 2020 pukul 16.05




DOI: https://doi.org/10.53298/texere.v19i1.01

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


e-ISSN2774-1893
p‐ISSN1411-3090
PenerbitPoliteknik STTT Bandung


TEXERE telah terindeks pada:
Google Scholar