PENINGKATAN KUALITAS BENANG RAYON VISKOSA SEBAGAI BAHAN BAKU KAIN TENUN TRADISIONAL

Achmad Ibrahim Makki, Atin Sumihartati, Irfan Maulana Ibrahim, Nandang Setiawan

Sari


Benang rayon 100% produk PT XYZ memiliki kekuatan tarik benang yang lebih rendah dari standar yang telah ditentukan sehingga benang tersebut tidak dapat dijadikan benang lusi untuk ditenun dalam ATBM. Untuk meningkatkan kekuatan benang dapat dilakukan dengan menambahkan twist atau melakukan penggintiran dan Penganjian. Proses penggintiran yang terdiri dari 2 helai serta proses penganjian untuk benang single dilakukan untuk meningkatkan kualitas benang rayon viskosa. Dari masing-masing sample kemudian dilakukan percobaan dibuat kain menggunakan ATBM. Hasil proses penggintiran didapatkan hasil sifat mekanik yang lebih baik dari benang single dan dapat dibuat menjadi kain tenun menggunakan ATBM. Sedangkan benang hasil penganjian tidak bisa dilanjutkan proses pertenunan menggunakan ATMB. Sehingga untuk meningkatkan daya mampu tenun dari benang Rayon MVS PT XYZ dapat dilakukan dengan cara penggintiran.


Kata Kunci


rayon viskosa; persiapan pertenunan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Sayyed, A. J., Deshmukh, N. A. & Pinjari, D. V. A critical review of manufacturing processes used in regenerated cellulosic fibres: viscose, cellulose acetate, cuprammonium, LiCl/DMAc, ionic liquids, and NMMO based lyocell. Cellulose 26, 2913–2940 (2019).

Ayele, M., Merga, Y., Yilma, A. & Yilie, D. Effect of yarn twist on tensile strength, abrasion and pilling resistance of plain-woven cotton fabric. Indian J. Fibre Text. Res. 46, 221–224 (2021).

Aboalasaad, A. R. R. & Hassan, M. The relation between viscose fibers’ characteristics and their yarn properties. Vlakna a Text. 27, 4–9 (2020).

Gudlin Schwarz, I., Kovacevic, S., Katovic, D. & Dimitrovski, K. Properties of yarns of different colours sized by standard and pre-wetting process. Fibres Text. East. Eur. 101, 66–72 (2013).

Zyahri, M. S. T. Pengantar ilmu tekstil 2. (Kemendikbud, 2013).

Noerati, M Ichwan, A. S. Teknologi Tekstil. (Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, 2013).

Akgün, M., Süle, G., Alpay, H. R. & Eren, R. Influence of warp tension on breaking strength and strain of woven fabrics. Tekst. ve Konfeksiyon 20, 30–36 (2010).

Kovačević, S. & Gordoš, D. Impact of the level of yarn twist on sized yarn properties. Fibres Text. East. Eur. 77, 44–49 (2009).

Goswami, B.C., Anandjiwala, R.D., & Hall, D. Textile Sizing (1st ed.). (CRC Press, 2004).




DOI: https://doi.org/10.53298/texere.v23i2.02

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


e-ISSN2774-1893
p‐ISSN1411-3090
PenerbitPoliteknik STTT Bandung


TEXERE telah terindeks pada:
Sinta S4 Google Scholar  Portal Garuda