SOLASI SERAT BATANG PISANG SEMU SEBAGAI SERAT PENGUAT BIOKOMPOSIT

Maria Siahaan, - Noerati, Srie Gustiani, Khairul Umam, - Kurniawan

Sari


Pemanfaatan serat alam dari limbah tanaman di banyak sektor seperti tekstil , komposit, automotif dan lainnya mulai banyak dikembangkan. Hal ini karena keunggulannya dibandingkan dengan serat sintetis, diantaranya ramah lingkungan,  sifat mekanik yang baik, dan merupakan sumber daya alam yang melimpah dan terbarukan. Pada tanaman pisang, bagian batang yang dibuang pada proses pemanenan memiliki kandungan serat selulosa yang tinggi. Serat batang pisang juga memiliki sifat anti bakteri yang cukup baik karena adanya kandungan fenolik. Proses isolasi serat dari batang pisang dilakukan dengan proses degumming secara menggunakan enzim xilanase dan  degumming secara kimia menggunakan natrium karbonat. Proses degumming secara kimia lebih efektif, dibandingkan secara enzimatis. Hasil degumming secara kimia menghasilkan pengurangan berat lebih besar  dan sifat penyerapan air lebih banyak, namun memiliki kekuatan tarik yang sedikit lebih rendah dibandingkan degumming secara enzimatis. Degumming menggunakan natriumkarbonat dengan konsentrasi 30g/L menghasilkan penurunan berat sebesar 12,1%, kekuatan tarik sebesar 18,84 g/teks dengan mulur sebesar  21,74 %, dan kemampuan menyerap air sebesar 1310,33%. Pada pengujian sifat termal, menunjukkan serat yang dihasilkan dapat terdegadrasi pada suhu sekitar 360oC. Serat yang dihasilkan dapat diaplikasikan sebagai serat tekstil maupun serat penguat pada pembuatan biokomposit.


Kata Kunci


serat batang pisang, degumming, serat tekstil, biokomposit

Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.53298/texere.v19i1.04

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


e-ISSN2774-1893
p‐ISSN1411-3090
PenerbitPoliteknik STTT Bandung


TEXERE telah terindeks pada:
Google Scholar