PEMANFAATAN AIR LIMBAH TEROLAH UNTUK PENGELOLAAN AIR BERKELANJUTAN INDUSTRI BENANG BAN

Susi Maulinawati, Afriani Kusumadewi, Mulyawan Kurnia, Arif Dewanto

Sari


Industri manufaktur benang ban membutuhkan air dalam jumlah besar, termasuk untuk pelapisan perekat (dipping) berbasis Resorcinol-Formaldehyde-Latex (RFL), dan menghasilkan air limbah yang perlu diolah sebelum dibuang atau digunakan kembali. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta kelayakan air olahan untuk higiene sanitasi dan proses produksi pada industri benang ban. Penelitian menggunakan studi kasus deskriptifevaluatif pada industri benang ban berskala besar di Indonesia dengan enam kali pengambilan sampel (n = 6) pada Januari–Maret 2024. Sistem pengolahan meliputi ekualisasi, netralisasi, aerasi, sedimentasi, koagulasi-flokulasi dengan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan polimer anionik, filtrasi pasir, filtrasi karbon aktif, serta reverse osmosis (RO). Parameter pH, COD, BOD, TSS, kekeruhan, warna, TDS, suhu, Total Coliform, Escherichia coli, kesadahan, dan besi dianalisis pada efluen akhir dan air olahan lanjutan. Efisiensi penyisihan digunakan sebagai indikator utama kinerja proses, sedangkan simpangan baku (SD) dan koefisien variasi (CV) digunakan untuk menilai sebaran data, margin kepatuhan terhadap baku mutu, dan kestabilan keluaran. Efluen memenuhi baku mutu dengan efisiensi penyisihan COD, BOD, dan TSS sebesar 84,78%, 84,65%, dan 89,21%; CV TSS menurun dari 36,7% (influen) menjadi 13,2% (efluen), sedangkan CV COD dan BOD efluen (23,0% dan 22,9%) menunjukkan fluktuasi yang masih perlu dikendalikan. Air olahan memenuhi standar higiene sanitasi dan menunjukkan indikasi awal kesesuaian sebagai air proses produksi berdasarkan parameter yang diuji. Sistem merupakan partial water reuse, bukan zero liquid discharge (ZLD), karena sebagian efluen dan reject RO masih memerlukan pengelolaan.


Kata Kunci


air limbah terolah; water reuse; pengelolaan air berkelanjutan; industri benang ban; reverse osmosis

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Wooter. Progress on Change in Water-Use Efficiency: Mid-Term Status of SDG Indicator 6.4. 1 and Acceleration Needs, with Special Focus on Food Security and Climate Change, 2024. (Food & Agriculture Org., 2024).

Thombre, N., Patil, P., Yadav, A. & Patwardhan, A. A short review on water management and reuse in textile industry – a sustainable approach. Discov. Water 5, (2025).

Raj, S., Singh, H. & Bhattacharya, J. Treatment of textile industry wastewater based on coagulation-flocculation aided sedimentation followed by adsorption: Process studies in an industrial ecology concept. Sci. Total Environ. 857, 159464 (2023).

Gomes, K., Caucci, S., Morris, J., Guenther, E. & Miggelbrink, J. Sustainability transformation in the textile industry—The case of wastewater management. Bus. Strateg. Dev. 7, 1–16 (2024).

Mordor Intelligence. Polyester Tire Cord Fabrics Market Size & Share Analysis - Growth Trends And Forecast (2026 - 2031). https://www.mordorintelligence.com/industry-reports/polyester-tire-cord-fabrics-market (2026).

Ennadi, B. et al. Integrated coagulation-flocculation and column adsorption processes for efficient textile wastewater treatment. Process Saf. Environ. Prot. 108264 (2025).

Youcef, S. et al. Chemical oxygen demand (COD) reduction in wastewater from the textile industry by coagulation-flocculation and adsorption. Environ. Monit. Assess. 197, 536 (2025).

Vasiljević, S. et al. Efficiency of coagulation/flocculation for the removal of complex mixture of textile fibers from water. Processes 11, 820 (2023).

Wooter. Water Conservation Trends in Textile Production. https://wooter.com/articles/water-conservation-trends-textile-production/ (2062).

Nahar, N., Haque, M. S. & Haque, S. E. Groundwater conservation, and recycling and reuse of textile wastewater in a denim industry of Bangladesh. Water Resour. Ind. 31, 100249 (2024).

Ćurić, I. & Dolar, D. Investigation of Pretreatment of Textile Wastewater for Membrane Processes and Reuse for Washing Dyeing Machines. Membranes (Basel). 12, (2022).

The Watertreatment Magazine. Zero liquid discharge (ZLD) in the textile industry: a complete guide for sustainability managers. https://watertreatmentmagazine.com/en/zero-liquid-discharge-strategy/ (2025).

Kowalik-Klimczak, A. et al. Circular Economy Approach in Treatment of Galvanic Wastewater Employing Membrane Processes. Membranes (Basel). 13, (2023).

Shehata, N. et al. Membrane-based water and wastewater treatment technologies: Issues, current trends, challenges, and role in achieving sustainable development goals, and circular economy. Chemosphere 320, 137993 (2023).

Pundir, A. et al. Innovations in textile wastewater management: a review of zero liquid discharge technology. Environ. Sci. Pollut. Res. 31, 12597–12616 (2024).

International Organization for Standardization. ISO 23043:2021- Evaluation methods for industrial wastewater treatment reuse processes. https://www.iso.org/obp/ui/en/#iso:std:iso:23043:ed-1:v1:en.

Indonesia, M. L. H. dan K. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun. Menteri Lingkung. Hidup Dan Kehutan. Republik Indones. 5–24 (2021).

Peratutan Pemerintah Republik Indonesia. PP RI No. 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sekr. Negara Republik Indones. 1, 1–483 (2021).

SNI. Air dan air limbah – Bagian 11: Cara uji derajat keasaman (pH) dengan menggunakan alat pH meter. Badan Stand. Nas. 1–3 (2004).

SNI. 3884-SNI 6989.2-2009-Air dan air limbah - Bagian 2 Cara uji kebutuhan oksigen kimiawi (Chemical Oxygen DemandCOD) dengan refluks tertutup secara spekt.pdf.

SNI 6989.72:2009. SNI 6989.72:2009 tentang Cara Uji Kebutuhan Oksigen Biokimia (biochemical Oxygen Demand/BOD). Air dan air limbah-Bagian 72 Cara uji Kebutuhan Oksigen Biokimia (Biochemical Oxyg. Demand/ BOD) 1–20 (2009).

SNI. SNI 6989.3-2019-Air dan air limbah – Bagian 3: Cara uji padatan tersuspensi total (total suspended solids/TSS) secara gravimetri.

[BSN] Badan Standardisasi Nasional. Cara uji mikrobiologi-Bagian 1: Penentuan koliform dan Escherichia coli pada produk perikanan. Badan Standarisasi Nas. 1–19 (2015).

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Permen LHK No. P.16/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2019. Peratur. Menteri Lingkung. Hidup Dan Kehutan. Republik Indones. Perubahan Kedua atas Peratur. Menteri Lingkung. Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah 53, 1689–1699 (2019).

Kementerian Kesehatan. Permenkes No. 2 Tahun 2023. Kemenkes Republik Indonesia. 1–175 (2023).




DOI: https://doi.org/10.53298/texere.v24i2.07

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


e-ISSN2774-1893
p‐ISSN1411-3090
PenerbitPoliteknik STTT Bandung



TEXERE telah terindeks pada:
Sinta S4 Google Scholar  Portal Garuda Dimensions